Hosting

Update Core WordPress Engine

Estimated reading: 3 minutes 41 views

Ikuti perlahan langkah-langkah mengganti file core wordpress.

Persiapan:
download file wordpress versi terbaru pada situs resminya

1. Login ke cPanel anda lalu ke menu Backup dan klik tombol Home Directory untuk mendownload data website sebagai backup anda.

2. Pindah menu cPanel ke file manager pilih folder public_html kemudian klik tombol setting di kanan atas layar dan centang show hidden files (dotfiles) lalu di save. Keluarkan folder Themes, Plugins dan Upload yang berada di dalam folder public_html/wp-content dan letakan di folder public_html saja.
Kemudian hapus semua isi yang ada di dalam folder public_html kecuali ketiga folder yang tadi (Themes, Plugins dan Upload), bila muncul popup centang Skip the trash and permanently delete the files

3. Upload dan extract  file latest.zip di luar public_html, hasilnya akan bernama folder wordpress. setelah itu isi nya di pindahkan semua ke dalam folder public_html.

4. Masih di  folder public_html pindahkan folder Themes, Plugins dan Upload ke folder public_html/wp-content

5. Pastikan ketiga folder tersebut hanya masuk ke dalam folder public_htm/wp-content, bila muncul popup bahwa sudah ada folder tersebut di tempat tujuannya, silakan bisa pilih Overwrite.

6. Buat file baru bernama .htaccess di dalam folder wordpress, yang isinya seperti berikut

# BEGIN WordPress
<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^index\.php$ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
</IfModule>
# END WordPress

7. Buat file baru bernama wp-config.php ke dalam folder wordpress

8. Copy isi file wp-config-sample.php dan paste ke file wp-config.php yang berada di folder wordpress

9. Kemudian lakukan perubahan pada 3 bagian (Database Setting, Authentication Unique, Table_prefix)
Lakukan modifikasi pada bagian Database Setting:

---Database Setings
define( 'DB_NAME', 'database_name_here' );

/** Database username */
define( 'DB_USER', 'username_here' );

/** Database password */
define( 'DB_PASSWORD', 'password_here' );

Silakan disesuaikan dan diisi dengan penamaan database, username serta password yang sebenarnya anda gunakan.

Lakukan modifikasi pada bagian Authentication Unique & Salts:

define( 'AUTH_KEY', 'put your unique phrase here' );
define( 'SECURE_AUTH_KEY', 'put your unique phrase here' );
define( 'LOGGED_IN_KEY', 'put your unique phrase here' );
define( 'NONCE_KEY', 'put your unique phrase here' );
define( 'AUTH_SALT', 'put your unique phrase here' );
define( 'SECURE_AUTH_SALT', 'put your unique phrase here' );
define( 'LOGGED_IN_SALT', 'put your unique phrase here' );
define( 'NONCE_SALT', 'put your unique phrase here' );

Hapus bagian tersebut di atas dan isi dengan yang baru, caranya yaitu generate ulang dengan mengakses halaman berikut ini: https://api.wordpress.org/secret-key/1.1/salt/

Lakukan modifikasi pada bagian WordPress Database Table prefix

Buka cPanel > Databases dan pastikan database yang digunakan terdaftar, kemudian buka phpMyAdmin > pilih database tersebut dan perhatikan prefix pada nama tabel, misalnya wp9x_posts, wp9x_users, dan wp9x_options berarti prefix yang digunakan adalah wp9x_. Selanjutnya, sesuaikan nilai $table_prefix pada konfigurasi WordPress agar sama persis dengan prefix tabel tersebut, misalnya:

$table_prefix = 'wp9x_';
/**
 * WordPress Database Table prefix.
 *
 * You can have multiple installations in one database if you give each
 * a unique prefix. Only numbers, letters, and underscores please!
 */
$table_prefix  = 'wp9x_';

10. Simpan hasil perubahannya dengan klik tommbol save di pojok kanan atas layar.

Dengan begitu maka website sudah dapat di akses kembali.

 

 

Selamat Mencoba

Leave a Comment

Share this Doc

Update Core WordPress Engine

Or copy link

CONTENTS